Kalasuara - Produsen mobil asal Italia, Fiat menghentikan kegiatan impor ke Australia setelah penjualan mobil penumpang merosot menjadi 13 unit pada Juni 2026. Sepanjang Januari-Juni, Fiat hanya membukukan 144 unit, turun 30,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu — sementara saat ini BYD nyaris menyalip Toyota sebagai merek mobil terlaris di negara itu.
Fiat 500 bermesin bensin, Abarth 695, serta kendaraan komersial Scudo dan Ducato tetap dipasarkan. Stok Fiat 500e dan Abarth 500e yang tersisa akan dijual habis sementara Stellantis mengevaluasi produk pengganti; perusahaan belum mengumumkan kapan atau apakah model baru akan menggantikannya.
Mengapa Fiat menghentikan pengiriman mobil listriknya ke Australia?
Stellantis yang menaungi merk Fiat akhirnya menyetop pemesanan tambahan karena permintaan anjlok setelah harga tinggi bertemu pergeseran selera pasar. Abarth 500e diluncurkan pada 2024 seharga sekitar 64.000 dolar Australia, lalu didiskon 20.000 dolar Australia menjadi sekitar 44.000 dolar Australia untuk menghabiskan stok, namun penjualan tetap tidak pulih.
Segmen mobil penumpang mikro Australia menyusut 10,7 persen pada semester pertama menjadi 3.472 unit. Segmen mobil kecil berharga di atas 45.000 dolar Australia jatuh lebih tajam, 17,3 persen, menjadi 7.400 unit. Fiat 500e berada di titik pertemuan dua tren itu: kategori bodi yang mengecil, dengan harga yang tetap tinggi saat pesaing menawarkan kendaraan lebih besar dengan harga sebanding.
"Sebagai bagian dari perencanaan dan proses yang sedang berlangsung di Stellantis Australia, ketersediaan model tertentu dapat berubah seiring waktu, sembari mengevaluasi permintaan dari pasar sekaligus kesempatan di masa depan," kata juru bicara Stellantis Australia.
Juru bicara yang sama menegaskan Fiat tetap menjadi bagian dari rencana jangka panjang perusahaan. "Kami masih fokus untuk membawa mobil sesuai dengan kebutuhan konsumen di Australia. Berdasarkan informasi terbaru dari Stellantis, Fiat merupakan salah satu merek utamanya, kami sangat antusias dengan peluang yang ditawarkan merek ini di masa depan," ujarnya.
Mobil China nyaris menggeser Toyota
Penjualan kendaraan baru Australia mencapai rekor 140.058 unit pada Juni 2026. Toyota tetap memimpin dengan 19.124 unit, tapi BYD membayangi ketat di 18.881 unit, selisih hanya 243 kendaraan. Pangsa BYD naik menjadi 13,5 persen, mendekati 13,6 persen milik Toyota, setelah penjualannya melonjak 131,5 persen dibandingkan Juni tahun lalu.
Data VFACTS mencatat kendaraan buatan China menyumbang 46.592 unit bulan itu. Setelah Tesla dan Polestar, yang diproduksi di China tapi dicatat terpisah, dimasukkan, jumlahnya menjadi 55.516 unit, atau 39,6 persen dari seluruh pasar. Mobil listrik baterai melonjak dari pangsa pasar 7,6 persen setahun lalu menjadi 23,3 persen pada Juni 2026, tanda bahwa permintaan kendaraan listrik Australia justru meningkat ketika Fiat memilih mundur.
Selama semester pertama 2026, penjualan BYD di Australia mencapai 52.335 unit, naik 124,1 persen dan meloncat dari peringkat kedelapan ke posisi kedua merek terlaris. Chery tumbuh 76,8 persen dan GWM 20,5 persen. Secara keseluruhan, mobil buatan China mencapai 171.151 unit dari 631.583 kendaraan baru yang terdaftar sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Apa artinya bagi pasar mobil Indonesia?
Pergeseran serupa mulai terlihat di Indonesia, meski komposisinya berbeda. Gaikindo mencatat kendaraan elektrifikasi sudah menguasai 26,1 persen pasar mobil nasional pada pertengahan 2026, artinya satu dari empat mobil baru yang terjual adalah model BEV, hibrida, atau plug-in hybrid. Penjualan mobil nasional secara wholesales mencapai 77.550 unit pada Juni 2026, naik 32,9 persen secara tahunan.
"Penjualan xEV itu masih meningkat, ya. Bahkan saat ini kira-kira total market share xEV itu 26,1 persen. Artinya, setiap satu dari empat mobil baru yang terjual saat ini adalah model elektrifikasi," kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.
BYD membukukan wholesales 17.993 unit di Indonesia sepanjang Januari-Mei 2026, naik ke peringkat keenam merek terlaris nasional dari total 359.015 unit yang terjual di periode itu. Pada Juni saja, distribusi BYD ke diler mencapai 5.264 unit, sementara penjualan dari diler ke konsumen tercatat 3.757 unit. Wholesales adalah angka distribusi dari pabrikan ke diler, sehingga selisih itu menunjukkan sebagian stok BYD masih menumpuk di jaringan diler sebelum sampai ke pembeli akhir.
Momentum elektrifikasi roda empat ini berjalan justru saat pemerintah menunda insentif motor listrik hingga Agustus 2026, sehingga dorongan kebijakan di segmen roda dua belum sejalan dengan laju pertumbuhan di segmen roda empat.
Bagi pabrikan lama di Australia maupun Indonesia, produksi lokal, kandungan dalam negeri, jaringan diler dan bengkel, ketersediaan suku cadang, serta nilai jual kembali akan menentukan siapa yang bertahan setelah perang harga mereda. Stellantis belum mengumumkan apakah Fiat 500 Hybrid akan masuk ke Australia menggantikan varian listrik. Gaikindo dan jaringan diler nasional akan memantau apakah pangsa elektrifikasi 26,1 persen di Indonesia bertahan pada laporan penjualan Juli.




Komentar