Tokopedia mengumumkan pemutusan hubungan kerja massal pada 1 Juli 2026, berlaku efektif hari itu juga, dengan cakupan sekitar 90 persen dari sisa tenaga kerjanya yang diperkirakan 2.500 orang. Sekitar 2.250 posisi terdampak; karyawan yang diberhentikan menjalani garden leave, yaitu masa nonaktif berbayar, selama satu bulan hingga awal Agustus. Dua hari kemudian, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyampaikan surat resmi ke Bursa Efek Indonesia dengan satu penegasan pokok: dampak finansial PHK ini terhadap perseroan tidak material.

Mengapa GOTO menyebut PHK ini "tidak material"?

Pernyataan itu akurat secara akuntansi. GOTO saat ini hanya memegang 24,99 persen saham Tokopedia setelah mendivestasi kepemilikan mayoritasnya ke TikTok Pte Ltd pada awal 2024. Dari setiap kerugian yang muncul di pembukuan Tokopedia akibat PHK ini, termasuk biaya pesangon ribuan karyawan, hanya 24,99 sen dari setiap rupiah yang mengalir ke laporan keuangan GOTO. Dengan skala GOTO sendiri, angka itu tidak cukup besar untuk menggerakkan pembukuan.

Dalam keterbukaan informasi bertanggal 3 Juli 2026, GOTO menyatakan "menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi," dan memastikan "tidak terdapat dampak material terhadap bagian Perseroan atas laba/(rugi) bersih PT Tokopedia." Surat itu ditandatangani Direktur Simon Tak Leung Ho.

Dari 7.400 ke ratusan: dua tahun pengecilan bertahap

Tokopedia pernah mempekerjakan sekitar 7.409 orang sebelum integrasi TikTok. Sesaat setelah akuisisi mayoritas saham oleh TikTok Pte Ltd rampung, gelombang pertama pertengahan 2024 memangkas sekitar 450 karyawan, sekitar 9 persen. Putaran-putaran lanjutan sepanjang 2025 mengikis lebih jauh hingga menyisakan sekitar 2.500 orang. Setelah PHK Juli 2026, perkiraan karyawan aktif Tokopedia di bawah 300 orang, kurang dari 4 persen dari staf puncak sebelum akuisisi.

Juru bicara TikTok menyebut langkah ini sebagai "penyelarasan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan." Divisi terdampak dilaporkan mencakup IT, layanan pelanggan, dan tim gudang. Sebagian fungsi teknis dilaporkan dipindah ke koordinasi di daratan China.

Asosiasi: terlalu dini menyimpulkan

Budi Primawan, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), menyatakan pihaknya belum menerima penjelasan resmi dari Tokopedia maupun TikTok, sehingga tidak dalam posisi mengomentari angka maupun kebijakan internal perusahaan. Ia juga menilai terlalu dini bila setiap efisiensi atau perubahan organisasi dikaitkan langsung dengan penggantian tenaga kerja oleh kecerdasan buatan.

Beberapa hal masih menggantung. TikTok belum merilis angka resmi karyawan terdampak; angka 90 persen berasal dari estimasi berbasis headcount yang beredar di media, belum dikonfirmasi manajemen secara langsung. Skema pesangon dan apakah karyawan akan menempuh jalur hukum ketenagakerjaan juga belum diumumkan. Reaksi harga saham GOTO pada perdagangan pekan depan menjadi ukuran konkret atas klaim "tidak material" itu dari sisi pasar, sementara Kementerian Ketenagakerjaan dan pengawas bursa belum mengeluarkan sikap resmi.