Rabu malam, 1 Juli 2026, sekitar 300 tokoh olahraga bermotor berkumpul di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, untuk menerima penghargaan dari Ikatan Motor Indonesia. Tepat di usia 120 tahun, IMI Awards kali ini membawa agenda yang melampaui daftar nama di atas panggung.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir hadir langsung dan menyampaikan tuntutan konkret. Olahraga bermotor, ujarnya, sudah saatnya menghasilkan pertumbuhan ekonomi kawasan secara nyata. Sirkuit Mandalika dijadikannya tolok ukur: sejak 2022, MotoGP di sana mengalirkan pendapatan triliunan rupiah ke daerah sekitarnya sekaligus memunculkan talenta lokal. "Karena masing-masing negara berlomba-lomba mencari pertumbuhan ekonomi. Nah, di sinilah saya itu senang sekali kalau IMI bisa menjadi bagian untuk membangun yang namanya sport tourism dan sport industri," kata Erick.
Ketua Umum IMI Moreno Soeprapto merumuskan ambisi itu lebih tajam: "Kami tidak hanya ingin menciptakan pembalap, tetapi juga pengusaha otomotif." Pernyataan itu memberi warna berbeda pada malam yang secara seremonial merayakan 120 tahun perjalanan IMI sejak 1906. "Selama 120 tahun, IMI telah menjadi bagian dari perjalanan panjang otomotif Indonesia. IMI Awards 2025 bukan sekadar malam penghargaan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada seluruh insan otomotif," kata Moreno.
Apa yang membuat edisi ke-120 ini berbeda?
IMI Awards edisi ke-120 berbeda dari sebelumnya karena bingkainya bergeser: malam penghargaan dipakai sebagai panggung konsolidasi ekosistem, mempertemukan atlet, industri, promotor, dan pemerintah dalam satu ruang dengan agenda yang terbuka. Tujuannya adalah menggeser olahraga bermotor dari cabang yang menghabiskan anggaran menjadi sektor yang menghasilkan pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran Menpora dan rujukan berulang pada Mandalika menjadi penanda pergeseran itu ke ranah kebijakan.
Skala penghargaan dan nama-nama yang disorot
Lebih dari 20 kategori olahraga otomotif tercakup malam itu: karting, Mini GP, slalom, drifting, aquabike, reli, sprint rally, time rally, city rally, ITCR, MotoPrix, Mandalika Racing Series, speed offroad, adventure offroad, drag race, motocross, hingga grasstrack. Sekitar 1.000 tamu undangan hadir dari kalangan pemerintah, industri, atlet, komunitas, sponsor, dan media. Acara dibagi dua sesi: Awarding Session pada siang hari dan Gala Night pada malam dengan penghargaan lifetime achievement serta penampilan T-Five.
Dari ratusan penerima, nama Rofbell Ardante mendapat perhatian tersendiri. Pria yang akrab disapa Obell itu meraih penghargaan atas prestasinya sebagai juara nasional Drift Pro 2 2025. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menerima penghargaan ini... Banyak pihak yang mendukung saya selama ini, mulai dari keluarga, seluruh tim ASC Monster Drift," kata Obell. Sean Gelael dan Avila Bahar juga masuk daftar penerima yang beredar di media.
Sekjen KONI Pusat Tb. Lukman Djajadikusuma, yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Marciano Norman, mengapresiasi perhatian IMI pada prestasi atlet dan menilai olahraga bermotor punya potensi besar di Indonesia.
Model Mandalika dan pertanyaan yang belum terjawab
Sirkuit Mandalika adalah argumen paling kuat yang tersedia malam itu. MotoGP yang mulai digelar di sana sejak 2022 membuktikan bahwa event balap skala internasional bisa memicu ekonomi kawasan: perhotelan, transportasi, tenaga kerja teknis, hingga UMKM lokal ikut bergerak.
Apakah pola itu bisa direplikasi ke daerah lain masih bergantung pada hal-hal yang belum dijawab Rabu malam itu: kalender balap regional mana yang akan diperkuat, siapa yang membiayai program pembinaan pengusaha otomotif yang dijanjikan Moreno, dan apakah ada jalur konkret bagi atlet daerah seperti Obell untuk berkembang ke panggung internasional. Tb. Lukman dari KONI mengapresiasi potensinya, tapi tanpa menyebut komitmen angka.
Agenda itu akan diuji di sirkuit-sirkuit daerah tempat sebagian besar dari 300 penerima penghargaan tadi berlatih setiap pekan, jauh dari panggung Jakarta.



