Pemberitahuan resmi Samsung tentang penutupan Samsung Messages mencantumkan satu keterangan yang luput dari hampir semua liputan nasional: "Applicable to the US Market Only." Kebijakan ini menyasar perangkat Galaxy di Amerika Serikat yang menjalankan Android 12 ke atas; media internasional seperti PhoneArena menyebut 6 Juli 2026 sebagai tanggal berhenti beroperasi, sementara notifikasi Samsung sendiri hanya menulis "Juli 2026" dan meminta pengguna membuka aplikasi untuk tanggal persis.
Antara, RRI, Viva, dan Liputan6 memberitakan kabar ini sebagai penutupan umum tanpa mencantumkan batasan geografis tersebut. Samsung menguasai sekitar 18 persen pasar ponsel Indonesia menurut Canalys kuartal II-2025, sehingga jutaan pemilik Galaxy di sini membaca berita seolah layanan pesan mereka akan mati dalam hitungan hari.
Penutupan ini adalah langkah Samsung menyerahkan urusan SMS/MMS sepenuhnya ke Google di pasar AS, belum tenggat yang berlaku serentak untuk seluruh pengguna Galaxy di dunia.
Apa yang terjadi di AS setelah penutupan?
Setelah Samsung Messages dimatikan, aplikasi itu tidak lagi bisa mengirim pesan biasa. Satu-satunya pengecualian adalah nomor layanan darurat dan kontak darurat yang telah disetel sebelumnya di perangkat. Notifikasi resmi Samsung meminta penggunanya segera bertindak: "Upgrade to Google Messages as your default messaging app today to maintain a consistent messaging experience on Android."
RCS (Rich Communication Services) adalah standar pesan generasi berikutnya yang menggantikan SMS dengan enkripsi, pengiriman media resolusi tinggi, dan indikator baca antara Android dan iOS. Google Messages sudah mendukung RCS, dan itulah alasan utama Samsung mendorong migrasi ke aplikasi itu.
Peralihan ini sudah dipersiapkan bertahap jauh sebelum pemberitahuan penutupan muncul. Samsung sudah berhenti memasang Samsung Messages sebagai aplikasi bawaan sejak Galaxy Z Fold 6, Z Flip 6, dan Galaxy S25 — perangkat-perangkat itu sudah default ke Google Messages. Ketika Google Messages ditetapkan sebagai aplikasi SMS default, riwayat SMS dan MMS lama berpindah otomatis.
Apakah pengguna Galaxy di Indonesia perlu beralih sekarang?
Belum. Pemberitahuan Samsung hanya menyasar pasar AS; belum ada tenggat serupa untuk kawasan Asia Tenggara atau Indonesia. Pemilik Galaxy dengan Android 11 atau lebih lama juga tidak terdampak kebijakan ini. Pengguna Galaxy di Indonesia saat ini dapat terus memakai Samsung Messages seperti biasa.
Yang perlu diwaspadai adalah modus penipuan yang membonceng kabar ini. Fox News melaporkan pelaku mengirim SMS tak diminta berisi tautan yang mengklaim Samsung Messages akan berakhir dan meminta pengguna segera berpindah aplikasi. "Samsung does not typically send standalone text messages with links asking you to switch apps. That creates a perfect opening for scammers," tulis Fox News. Samsung tidak melakukan migrasi lewat SMS bertautan; bila menerima pesan semacam itu, abaikan dan hapus.
Ke mana arah selanjutnya?
Samsung belum menetapkan tenggat penutupan Samsung Messages untuk pasar di luar AS. Konsolidasi ke Google Messages sudah berlangsung global lewat perubahan aplikasi bawaan pada perangkat flagship baru; bagi pengguna Galaxy baru di Indonesia yang membeli Z Fold 6, Z Flip 6, atau S25 ke atas, transisi itu sudah terjadi diam-diam sejak perangkat pertama kali dihidupkan.
Dua hal yang layak dipantau: apakah Samsung memperluas kebijakan ini ke pasar Asia Tenggara dalam beberapa bulan ke depan, dan kesiapan operator Indonesia (Telkomsel, Indosat, XLSMART) mendukung RCS secara penuh, karena fitur RCS bergantung pada infrastruktur jaringan operator, selain perangkat dan aplikasi.



