Kalasuara - Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara, Troy Harold Yohanes Pantouw, meninggal dunia pada Sabtu, 25 Juli 2026, di usia 58 tahun. Ia ditemukan di kamar huniannya di Rusun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara, Kalimantan Timur, lalu dibawa ke RS Hermina IKN, tempat dokter kemudian menyatakannya meninggal. Troy adalah Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, posisi yang ia pegang sejak Januari 2024 sekaligus menjadikannya wajah komunikasi resmi lembaga itu ke publik dan media.
Kabar duka ini diumumkan lewat akun Instagram resmi Otorita IKN dan akun Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Jenazah Troy diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga, dengan perkiraan tiba di rumah duka pada Minggu pagi, 26 Juli 2026.
Catatan waktu yang belum sejalan
Dua institusi menyampaikan jam kejadian yang berbeda. Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, mengatakan Troy dibawa ke RS Hermina IKN sekitar pukul 12.45 WITA dan dinyatakan meninggal pukul 14.25 WITA. "Beliau dibawa ke RS sekitar pukul 12.45 Wita dan segera diperiksa oleh tim dokter. Pada pukul 14.25 Wita, dokter memastikan beliau meninggal dunia karena sebab alami," katanya.
Kapolresta IKN, Kombes Pol Supriyanto, menyampaikan versi yang berbeda soal kapan kejadian ini pertama kali diketahui. "Iya benar mas, jadi kejadian itu tadi siang, sekitar jam 14.15 Wita. Kami menerima laporan dari salah satu staf beliau. Kami juga sudah meminta bantuan kepada Satreskrim Polres Penajam Paser Utara (PPU) untuk mendatangkan TKP dan melakukan penyelidikan," ujarnya. Polisi lantas menurunkan tim identifikasi bersama Satreskrim dan Inafis Polres PPU ke lokasi.
| Tahap | Waktu | Sumber |
|---|---|---|
| Troy dibawa ke RS Hermina IKN | ±12.45 WITA | Otorita IKN, via Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi |
| Laporan staf diterima polisi | ±14.15 WITA | Polresta IKN, via Kombes Pol Supriyanto |
| Dokter menyatakan meninggal | 14.25 WITA | Otorita IKN, via Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi |
Selisih antara jam kedatangan di RS dan jam laporan polisi mencapai sekitar satu jam tiga puluh menit, sementara jarak ke jam kematian yang dinyatakan dokter hanya sepuluh menit setelahnya. Kedua keterangan itu berasal dari tahap pemberitaan yang berbeda: laporan polisi terbit lebih dulu, pukul 17.59 WIB, saat penyebab kematian masih menunggu hasil visum. Keterangan Otorita IKN yang membawa kesimpulan sebab alami terbit belakangan, pukul 23.55 WIB.
Mengapa dua versi waktu ini bisa berbeda?
Kemungkinan penyebabnya adalah perbedaan tahapan informasi yang dipegang tiap pihak saat pertama kali memberi keterangan ke media, bukan berarti keduanya saling membantah. Polisi berbicara berdasarkan laporan awal dari staf Troy sebelum proses medis rampung, sedangkan Otorita IKN menyampaikan detail setelah pemeriksaan dokter selesai. Belum ada kronologi tunggal dari kedua pihak yang menjelaskan urutan pasti antara pengecekan kamar, evakuasi, dan kedatangan di rumah sakit.
Pemeriksaan fisik awal terhadap jenazah Troy tidak menemukan tanda kekerasan atau hal mencurigakan. Keluarga menambahkan bahwa Troy memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi obat setiap hari, keterangan yang mendukung namun belum menggantikan posisi hasil visum sebagai dasar resmi penetapan sebab kematian oleh kepolisian.
Perjalanan karier di komunikasi publik IKN
Sebelum bergabung dengan Otorita IKN, Troy meniti karier panjang di dunia media dan komunikasi korporasi, bermula sebagai penyiar dan reporter sebelum beralih ke bidang hubungan masyarakat. Latar itu menempatkannya sebagai penghubung utama antara Otorita IKN, media, dan publik selama periode pembangunan ibu kota baru yang terus disorot secara nasional, termasuk urusan perpindahan aparatur sipil negara dan masuknya investasi ke Kota Nusantara.
Otorita IKN belum mengumumkan siapa yang akan mengisi fungsi juru bicara selama masa transisi. Kronologi terpadu soal urutan penemuan hingga penetapan sebab kematian, serta rincian hasil visum yang dijadikan rujukan kepolisian, juga masih ditunggu dari kedua institusi.




Komentar