Kalasuara - Di balik gemerlap yang tampil hanya sekitar dua menit di layar televisi, kostum Shakira pada jeda final Piala Dunia 2026 menyimpan pengerjaan lebih dari 120 jam. Lebih dari 200.000 kristal Swarovski dipasang satu per satu dengan tangan, dikerjakan selama lebih dari dua minggu sebelum penyanyi asal Kolombia itu naik panggung di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, pada 19 Juli 2026. Busana itu adalah rancangan rumah mode Roberto Cavalli di bawah arahan direktur kreatif Fausto Puglisi, dan menjadi sorotan tersendiri setelah detail pembuatannya diungkap ke publik.

Pertunjukan jeda tersebut, yang berlangsung 11 menit dan tercatat FIFA sebagai pertunjukan jeda pertama dalam sejarah final Piala Dunia, menampilkan Shakira bersama Burna Boy membawakan "Dai Dai", lagu resmi Piala Dunia FIFA 2026. Associated Press mencatat lagu itu telah diputar sebelum seluruh 104 pertandingan turnamen dimulai. Selain keduanya, panggung yang sama juga menghadirkan Madonna, BTS, Justin Bieber, Gustavo Dudamel, Coldplay, dan PS22 Chorus dalam satu siaran padat.

Mengapa palet warna kostum ini terinspirasi Mexico City?

Warna merah muda terang, kuning, dan oranye pada kostum Shakira bukan dipilih hanya agar mencolok di stadion. Puglisi menghubungkan pilihan itu dengan salah satu sudut kawasan La Condesa di Mexico City, kota tuan rumah Piala Dunia 2026.

"Saya selalu terobsesi dengan energi Miami Beach dan Mexico City. Ada sebuah sudut di La Condesa yang memadukan warna merah muda, kuning terang, dan oranye matahari terbenam," kata Puglisi.

Shakira sendiri mengusulkan nuansa matahari terbenam sebagai titik tolak desain. Hasilnya, kostum berbagian badan berpotongan terbuka dengan rok berumbai panjang itu membawa jejak visual Amerika Latin ke panggung final yang justru berlangsung di Amerika Serikat. Shakira tampil tanpa alas kaki, pilihan yang menopang gerak pinggul dan koreografinya.

Dua menit panggung, dua minggu kerja tangan

Associated Press mencatat setiap penampil utama pertunjukan jeda hanya memperoleh sekitar dua menit dari total 11 menit siaran. Jarak antara durasi tampil yang singkat itu dan proses pembuatan kostum yang memakan waktu lebih dari dua minggu menunjukkan skala produksi di balik satu penampilan singkat: 200.000 kristal, 120 jam pemasangan tangan, untuk sebuah momen yang berlalu dalam hitungan menit di layar.

Kelanjutan dua dekade Shakira di Piala Dunia

Penampilan 2026 bukan yang pertama bagi Shakira di ajang ini. Ia membawakan "Hips Don't Lie" pada penutupan Piala Dunia 2006, "Waka Waka" pada 2010, dan "La La La" pada 2014. Pemakaian kembali Roberto Cavalli, rumah mode yang juga menemaninya pada 2010, membentuk kesinambungan gaya sepanjang rangkaian penampilan tersebut.

"El Mundial ha formado parte de mi trayectoria durante mucho tiempo, así que ser invitada a actuar en el primer espectáculo del descanso de la historia es algo increíblemente significativo," kata Shakira.

Ia juga menyebut penampilan ini menyatukan dua jalur hidupnya. "Since I was 18, I've spent my entire life doing two things: making songs and building schools. So, finally, during this (FIFA) World Cup, those two paths meet, come together, and I'm very excited," kata Shakira, yang juga anggota Dewan Penasihat FIFA Global Citizen Education Fund.

Pertunjukan ini dikurasi salah satu pendiri Coldplay, Chris Martin, dan diproduksi Global Citizen bersama Live Nation dan Done + Dusted.

Dana pendidikan di balik panggung

FIFA menyalurkan US$1 dari setiap tiket Piala Dunia 2026 yang terjual ke FIFA Global Citizen Education Fund. Menjelang final, dana yang terhimpun sudah lebih dari US$50 juta dari target awal US$100 juta, untuk memperluas akses pendidikan dan kesempatan bermain sepak bola bagi anak-anak.

Justin Bieber, salah satu penampil di panggung yang sama, mengaitkan penampilannya langsung dengan tujuan tersebut. "The FIFA World Cup brings the world together in a way nothing else can. I'm grateful to be part of this Halftime Show, and even more grateful knowing it's already helping expand access to education for children around the world," ujarnya.

Angka final dana pendidikan, laporan penyaluran ke negara-negara penerima, serta keputusan FIFA soal apakah pertunjukan jeda akan dipertahankan pada final Piala Dunia berikutnya masih akan menentukan apakah format 11 menit ini bertahan sebagai bagian tetap turnamen atau berhenti sebagai eksperimen satu edisi.