Kalasuara - Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan dua jam tangan pintar barunya, Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9, di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026, sehari setelah peluncuran global keduanya dalam Galaxy Unpacked di London. Harga Ultra2 dipatok Rp10.499.000, sekitar 75 persen lebih mahal dari Watch9 40 mm yang dijual Rp5.999.000, padahal kedua model memakai prosesor dan paket fitur kesehatan inti yang sama.
Peluncuran Ultra2 dan Watch9 berlangsung dalam rangkaian Unpacked yang sama dengan Galaxy Z Fold 8 dan Flip 8, melengkapi lini perangkat premium Samsung tahun ini.
Apa yang sebenarnya dibeli dari selisih harga 75 persen?
Galaxy Watch Ultra2 adalah varian teratas jajaran jam pintar Samsung paling bertenaga dan paling canggih yang pernah dihadirkan Samsung yang dirancang untuk petualangan outdoor yang ekstrem. Sementara Galaxy Watch9 hadir sebagai pendamping kesehatan andalan untuk aktivitas sehari-hari, dirancang bagi pengguna yang peduli terhadap kesehatan dan ingin membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat melalui pelacakan aktivitas dan kualitas tidur secara berkelanjutan.
Pembeli membayar baterai dua kali lipat kapasitas Watch9, layar 67 persen lebih terang, penyimpanan dua kali lebih besar, dan ketahanan hingga fungsi penyelaman. Watch9 tetap mendapat prosesor dan fitur kesehatan inti yang sama dengan harga jauh lebih rendah.
Baterai Ultra2 berkapasitas 800 mAh, sedikit lebih dari dua kali baterai Watch9 40 mm yang sebesar 390 mAh. Layarnya mencapai kecerahan puncak 5.000 nit, dibandingkan 3.000 nit pada Watch9. Penyimpanan Ultra2 64 GB, dua kali lipat kapasitas Watch9 yang 32 GB. Dengan patokan Watch9 40 mm, premi Rp4.500.000 pada Ultra2 sebagian besar terserap di tiga komponen itu, ditambah bodi titanium dan sertifikasi ketahanan 10 ATM, IP69K, MIL-STD-810H, dan EN13319. Dibandingkan Watch9 44 mm seharga Rp6.499.000, premi Ultra2 turun menjadi Rp4.000.000 atau 61,5 persen.
Sensor dan fitur kesehatan hampir identik di kedua model
Kedua jam menjalankan prosesor penta-core Qualcomm SDW6100 berfabrikasi 3 nanometer, sistem operasi Wear OS 7, dan antarmuka One UI 9 Watch. RAM-nya sama-sama 2 GB, dengan Bluetooth 6.0, NFC, dan GPS frekuensi ganda L1 serta L5. Sensor BioActive di kedua model menjalankan fitur serupa: Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, Fitness Index, deteksi risiko Sleep Apnea, dan pemantauan pendengaran.
"Samsung berkomitmen membantu lebih banyak orang menjalani hidup yang lebih baik. Kami ingin menghadirkan transisi dari perawatan yang reaktif menuju perawatan kesehatan yang lebih proaktif terasa semudah mungkin. Dengan mengintegrasikan perangkat yang digunakan sehari-hari ke dalam skala ekosistem global kami, Samsung terus membangun pengalaman kesehatan yang kian terhubung," kata TM Roh, Chief Executive Officer, President and Head of the Device eXperience Division Samsung Electronics.
Fitur-fitur itu tetap terikat batasan teknis. Vitals memerlukan sedikitnya tujuh malam data tidur untuk berfungsi, dan Daily Cardio Load memerlukan minimal tujuh hari data aktivitas dengan pemakaian berkelanjutan 28 hari untuk hasil optimal. Sleep Apnea hanya mendeteksi tanda risiko pada kondisi dan negara tertentu, dan hasilnya perlu ditindaklanjuti bersama tenaga medis.
Bodi lebih ringan, baterai lebih besar dari generasi sebelumnya
Ilham Indrawan, Head of MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan perubahan desain Ultra2 dibanding Galaxy Watch Ultra generasi sebelumnya.
"Kalau teman-teman yang sudah menggunakan Watch Ultra kemarin, sekarang rasanya jauh lebih ringan. Secara desain, secara ketebalan hanya 12 persen lebih tipis dibandingkan generasi sebelumnya. Jadi lebih ringan, tapi kapasitas baterainya bahkan kita berikan lebih besar lagi, sampai dengan 35 persen lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya," ujar Ilham.
Dimensi Ultra2 tercatat 47,4 x 47,1 x 10,7 mm dengan berat 61,5 gram, dua kali lipat berat Watch9 40 mm yang hanya 31,5 gram. Ultra2 juga membawa pelacakan rute GPX untuk lari lintas alam dan fungsi penyelaman yang mencatat kedalaman, durasi, serta suhu air. Soal akurasi pelacakan rute, Ilham menegaskan, "Tidak perlu takut sinyal hilang, karena akurasi sudah semakin baik." Aplikasi Ultra2 Diving yang dikembangkan bersama Mares, lengkap dengan pelacakan kecepatan naik-turun dan batas aman penyelaman, dijadwalkan meluncur akhir 2026.
Harga Watch9 40 mm belum seragam di semua sumber
Materi Samsung Newsroom dan catatan Carisinyal sama-sama menyebut Watch9 40 mm dijual Rp5.999.000. ANTARA, dalam liputan peluncuran yang sama di Jakarta, menulis angka Rp5.969.000, selisih Rp30.000 dari catatan Carisinyal. Perbedaan kecil ini tidak mengubah kesimpulan bahwa premi Ultra2 berkisar tiga perempat harga Watch9 40 mm, tetapi menunjukkan angka final masih perlu dicocokkan langsung di kanal penjualan resmi Samsung Indonesia sebelum konsumen memutuskan pembelian.




Komentar