Kalasuara - Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada 21-22 Juli 2026, bersama Deposit Facility 4,75 persen dan Lending Facility 6,50 persen. Keputusan menahan suku bunga acuan ini belum menghentikan efek kenaikan sebelumnya: bunga kredit baru di sejumlah bank sudah naik lebih dulu, sementara bunga kredit lama baru bergerak perlahan.
BI-Rate naik tiga kali sebelum keputusan Juli ini: dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen pada 20 Mei 2026 (naik 50 basis poin), lalu menjadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026 (naik 25 basis poin), dan menjadi 5,75 persen pada 18 Juni 2026 (naik 25 basis poin lagi). Total kenaikannya 100 basis poin dalam kurun kurang dari dua bulan. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan keputusan menahan suku bunga pada Juli bertujuan menjaga stabilitas rupiah sekaligus inflasi.
"Keputusan BI rate dan sejumlah kebijakan lain dimaksud merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan Bank Indonesia yang tetap konsisten untuk tetap semakin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta untuk mempertahankan inflasi pada tahun 2026 dan 2027 berada di kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen," kata Warjiyo.
Inflasi tahunan Juni 2026 tercatat 3,34 persen, masih dalam sasaran 2,5±1 persen. Rupiah berada di Rp17.885 per dolar AS pada 21 Juli, hampir tak bergerak dari Rp17.880 pada akhir Juni. Kredit perbankan tumbuh 12,67 persen secara tahunan pada Juni, naik dari 11,51 persen pada Mei, dengan kredit investasi tumbuh 24,90 persen jauh melampaui kredit konsumsi yang hanya 5,75 persen.
Dua arah bunga kredit yang berlawanan
Data BI justru menunjukkan dua kanal bunga kredit bergerak ke arah berbeda pada Mei 2026. Rata-rata bunga kredit baru naik 36 basis poin, dari 8,95 persen pada April menjadi 9,31 persen pada Mei. Pada bulan yang sama, rata-rata tertimbang bunga seluruh kredit rupiah yang beredar justru turun tipis satu basis poin, dari 8,73 persen menjadi 8,72 persen. BI menyebut selisih arah ini sebagai efek tunda transmisi suku bunga: kenaikan BI-Rate lebih dulu masuk ke penawaran kredit baru sebelum menyebar ke portofolio lama. Pada Juni 2026, rata-rata bunga kredit perbankan tercatat 8,81 persen, sementara bunga deposito satu bulan mencapai 4,76 persen.
Kunardy Darma Lie, Presiden Direktur KB Bank, membenarkan bank sedang mengkaji penyesuaian bunga menyusul kenaikan BI-Rate. "Perubahan BI Rate pada prinsipnya dapat memengaruhi SBDK dan skema floating rate. Saat ini KB Bank masih melakukan kajian dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas, cost of fund, dan kondisi pasar secara keseluruhan," katanya.
Siapa yang paling terdampak kenaikan bunga ini?
Debitur dengan skema bunga mengambang dan calon peminjam baru menghadapi risiko terbesar. Bank dapat menyesuaikan bunga mengambang berdasarkan SBDK, biaya pendanaan, margin, dan profil risiko debitur sesuai isi perjanjian kredit, sementara calon peminjam langsung berhadapan dengan harga kredit baru yang sudah memasukkan biaya pendanaan terkini.
Debitur yang masih berada dalam periode bunga tetap tidak terkena perubahan sampai masa itu berakhir. Berdasarkan penjelasan KB Bank, penyesuaian bunga bagi skema mengambang wajib diberitahukan lebih dahulu kepada nasabah sebelum berlaku, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
KPR subsidi FLPP jadi pengecualian
Kredit Pemilikan Rumah bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan tidak mengikuti pergerakan bunga pasar. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman memastikan bunganya tetap 5 persen sampai tenor kredit berakhir, dengan skema pendanaan 75 persen dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat dan 25 persen dari sektor pembiayaan yang melibatkan PT Sarana Multigriya Finansial serta perbankan.
"Dengan arahan Presiden, Menteri PKP, serta dukungan Komite BP Tapera, bunga FLPP tetap 5 persen dan tidak akan naik hingga tenor kredit selesai. Ini memberikan kepastian dan perlindungan bagi masyarakat agar tidak terdampak fluktuasi suku bunga pasar," kata Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel.
Selisihnya jelas: bunga FLPP 5 persen berbanding rata-rata bunga kredit baru 9,31 persen pada Mei, jarak lebih dari 4 poin persentase yang membuat skema subsidi jauh lebih ringan dibanding kredit komersial pada periode bunga mengambang.




Komentar