Kalasuara - Timnas Putri Indonesia mempertahankan gelar AFF Women's Cup usai menang 5-0 atas Laos pada laga final di Kuala Lumpur Football Stadium, Malaysia, Rabu, 22 Juli 2026. Lima gol Garuda Pertiwi lahir dari lima pemain berbeda: Sydney Hopper, Isabelle Nottet, Estella Loupatty, Felicia de Zeeuw, dan kapten Emily Nahon.
Indonesia unggul 1-0 lebih dulu lewat gol Hopper pada menit ke-33, memanfaatkan kemelut dari sepak pojok Felicia de Zeeuw. Skor bertahan hingga turun minum. Babak kedua berubah jadi pesta gol: Nottet menggandakan keunggulan lewat tembakan jarak jauh pada menit ke-48, Loupatty menyusul delapan menit kemudian, de Zeeuw menambah gol keempat dari luar kotak penalti pada menit ke-68, dan Nahon menutup laga pada menit ke-84.
Mengapa gelar ini belum jadi puncak sepak bola putri ASEAN?
AFF Women's Cup adalah kompetisi sepak bola putri tingkat kedua di Asia Tenggara sekaligus jalur kualifikasi menuju AFF Women's Championship, turnamen utama kawasan. Indonesia, Laos, dan Singapura lolos ke edisi 2027 sebagai tiga tim terbaik Women's Cup 2026. Ujian sesungguhnya kekuatan Garuda Pertiwi baru akan terlihat saat berhadapan dengan tim-tim yang selama ini absen dari kompetisi tingkat kedua ini.
Jalan berliku menuju gelar kedua
Perjalanan Indonesia di Grup B sempat tersendat. Tim asuhan Satoru Mochizuki menang 2-0 atas Timor Leste, lalu hanya bermain imbang 1-1 melawan Kamboja sehingga finis sebagai runner-up grup karena kalah produktivitas gol. Situasi berbalik total begitu memasuki fase gugur: Indonesia menundukkan juara Grup A, Singapura, 2-0 pada semifinal, 19 Juli 2026, sebelum membantai Laos 5-0 di final. Dua kemenangan itu menghasilkan agregat 7-0 tanpa kebobolan sama sekali.
Sepanjang empat pertandingan turnamen, Indonesia mengoleksi 10 gol dan hanya kebobolan satu kali, rata-rata 2,5 gol per laga. Mochizuki menegaskan target timnya sejak awal turnamen. "Hal yang paling kami utamakan adalah mempertahankan gelar juara. Pada edisi sebelumnya kami berhasil menjadi juara, sehingga target kami kali ini adalah meraih gelar kedua secara beruntun," katanya. Ia menambahkan ada ukuran keberhasilan lain yang ingin dicapai timnya. "Pada turnamen sebelumnya, fokus kami sepenuhnya adalah memenangkan pertandingan. Namun kali ini, selain ingin meraih kemenangan, kami juga ingin melihat perkembangan tim sebagai bekal untuk menghadapi tantangan berikutnya."
Dari comeback 2024 ke pesta gol 2026
Gelar ini adalah yang kedua bagi Indonesia di AFF Women's Cup. Pada final edisi perdana 2024, Indonesia mengalahkan Kamboja 3-1 lewat dua gol Reva Octaviani dan satu gol Sydney Hopper, nama yang sama yang kembali membuka keran gol Indonesia di final 2026. Bedanya, dua tahun lalu kemenangan bertumpu pada satu pencetak gol dominan. Kali ini lima pemain berbeda ikut menyumbang gol, dari eksekusi bola mati, tembakan jarak jauh, hingga penyelesaian dari kotak penalti.
Sebelum turnamen dimulai, pemain Timnas Putri Viny Silfianus Sunaryo menyebut timnya sudah menyiapkan diri jauh-jauh hari untuk menghadapi lawan mana pun di kompetisi ini. "Pasti semua tim datang ke sini untuk mendapatkan gelar juara. Jadi kami tidak bisa menganggap remeh hal tersebut. Kami pasti akan siap menghadapi siapa pun dan juga memberikan yang terbaik di setiap pertandingan," ujarnya. Ia juga menyinggung persiapan tim jelang turnamen. "Persiapan kami cukup panjang dan pelatih sudah menyiapkan latihan yang cocok untuk berkompetisi. Jadi kami yakin bisa memberikan yang terbaik saat event ini dan juga mempertahankan gelar juara."
Susunan pemain Indonesia di final menggabungkan pemain domestik dan diaspora: Laila Masykuroh, Gea Yumanda, Emily Nahon, Remini Rumbewas, Pauline van de Pol, Isabelle Nottet, Felicia de Zeeuw, Katarina Stalin, Sheva Imut, Estella Loupatty, dan Sydney Hopper.




Komentar