Spanyol memastikan gelar juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina 1-0 di final MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB. Satu-satunya gol laga lahir di menit ke-106 lewat kaki Ferran Torres, pemain pengganti yang baru masuk lapangan di menit ke-62, mengantar La Furia Roja meraih trofi dunia kedua setelah 2010 dan menutup penantian 16 tahun.

Sepanjang 90 menit waktu normal, Spanyol menguasai jalannya laga dengan 10 tembakan tepat sasaran namun tak sekali pun berhasil menjebol gawang Argentina. Kebuntuan itu baru pecah di babak kedua extra time, dan laga ditutup dengan dua kartu merah yang menghiasi partai puncak turnamen 48 tim ini.

Gol tunggal yang lahir di ujung extra time

Skor 0-0 bertahan sejak peluit awal hingga extra time kedua. Gol penentu tercipta lewat kombinasi tiga pemain: umpan silang Pedro Porro dari sisi kanan disundul lebih dulu oleh Nico Williams di tiang jauh, sebelum bola jatuh tepat di depan Ferran Torres yang menuntaskannya ke gawang Argentina di menit ke-106.

Torres masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-62 dan menjadi penentu kemenangan di babak kedua perpanjangan waktu.

Mengapa Spanyol baru mencetak gol di menit ke-106?

Kiper Argentina Emiliano Martinez menjadi penghalang utama Spanyol sepanjang laga, mencatat 11 penyelamatan, rekor terbanyak untuk seorang kiper di satu final Piala Dunia. Ia menggagalkan sejumlah peluang matang sejak menit-menit awal, termasuk sambaran Lamine Yamal di depan gawang pada menit kelima, sebelum akhirnya kebobolan lewat kombinasi Porro dan Williams di extra time.

Peluang Spanyol terus mengalir sepanjang laga tanpa hasil: tendangan Mikel Oyarzabal dari luar kotak penalti di menit ke-39, sepakan Marc Cucurella yang melenceng di menit ke-43, hingga tembakan Alex Baena yang masih diamankan Martinez di awal babak kedua. Di sisi lain, serangan balik Argentina lewat Lionel Messi juga digagalkan kesigapan kiper Spanyol, Unai Simon.

Rekor yang menyertai gelar kedua Spanyol

Kemenangan ini adalah gelar juara dunia kedua Spanyol sepanjang sejarah setelah 2010, menutup penantian 16 tahun. Luis de la Fuente, di usia 65 tahun, menjadi pelatih tertua yang pernah membawa timnya juara Piala Dunia.

Spanyol juga menyelesaikan turnamen hanya kebobolan satu gol dalam delapan laga, catatan kebobolan tersedikit bagi juara dunia meski memainkan delapan pertandingan, jumlah laga terbanyak yang pernah dilakoni sebuah tim juara Piala Dunia. Di ujung turnamen, Rodri dinobatkan sebagai peraih Golden Ball sebagai pemain terbaik.

Dua kartu merah menutup laga keras

Laga final ini juga diwarnai kartu merah ganda. Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua menjelang akhir waktu normal usai pelanggaran terhadap Pau Cubarsi, memaksa Argentina bermain dengan 10 orang sepanjang extra time. Leandro Paredes turut menerima kartu merah setelah peluit panjang dibunyikan, menyisakan catatan keras di penutup turnamen.

Era Spanyol dan tanda tanya masa depan Messi

Kekalahan ini menutup era Argentina sebagai juara bertahan yang gagal mempertahankan gelar 2022, sekaligus kemungkinan menjadi penampilan terakhir Lionel Messi di ajang Piala Dunia. Di usia 39 tahun, Messi tetap mencetak 8 gol sepanjang turnamen, melampaui rekor gol Prancis dan Argentina di fase grup, namun timnya kalah tepat di partai puncak.

"Gol ini milik 47 juta orang, bukan cuma milik saya atau 26 pemain," kata Ferran Torres seusai laga.

Messi sendiri mengakui keunggulan lawan. "Saya sedih. Sejujurnya, mereka lebih baik," ujarnya. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, senada: "Mereka lebih baik, itu kebenarannya."

Di kubu pemenang, Luis de la Fuente menekankan perjuangan timnya meski unggul jumlah pemain di extra time. "Pertandingan seharusnya sudah ditentukan jauh lebih awal, tetapi ini adalah final Piala Dunia dan Anda harus berjuang keras bahkan melawan sepuluh pemain, dan kami siap untuk apa pun," katanya.

Final ini mempertemukan generasi baru Spanyol, termasuk Lamine Yamal yang baru berusia 18 tahun, dengan bayang-bayang Messi yang mungkin tampil untuk kali terakhir di ajang ini. Sebelum melaju ke final, Spanyol lebih dulu menyingkirkan Portugal 1-0 lewat gol menit akhir Mikel Merino yang turut mengakhiri kiprah Piala Dunia terakhir Cristiano Ronaldo, sementara Argentina melewati jalur dramatis sejak babak 16 besar.

Federasi Spanyol belum mengumumkan jadwal resmi parade juara di Madrid, sementara Messi juga belum menyatakan keputusan soal masa depannya di timnas Argentina setelah kekalahan ini.