Kalasuara - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran Rp48,15 miliar untuk membangun ulang SDN Kebayoran Lama Selatan 09, setelah hampir 20 bulan atau sejak atap sekolah itu
ambruk November 2024 dan memaksa 274 siswanya menumpang di sekolah tetangga. Gubernur Pramono Anung menetapkan keputusan itu pada Jumat, 24 Juli 2026, setelah kondisi sekolah ramai diberitakan.
Sekolah yang berdiri sejak 1974 itu akan digabung dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 Pagi lewat skema yang disebut regrouping, yakni penyatuan dua satuan pendidikan ke dalam satu fasilitas baru di lahan bekas SDN 09. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso, menyebut langkah itu diambil "untuk efektivitas dan efisiensi manajemen di tingkat satuan pendidikan (sekolah)."
Pramono menegaskan keselamatan siswa menjadi pertimbangan utama sejak awal. "Keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi prioritas. Karena itu, kegiatan belajar mengajar telah direlokasi ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 sejak November 2024 agar tetap berlangsung dengan aman," katanya, sebagaimana dikutip dalam siaran pers Pemprov DKI.
Mengapa perbaikan baru dipercepat setelah kasusnya viral?
Data kerusakan SDN 09 sebenarnya sudah masuk proses teknis sejak lama, bukan baru diketahui pekan ini. Dokumen perencanaan teknis atau DED rampung pada 2025 dan analisis tanah sudah dikerjakan Dinas Cipta Karya. Namun penyesuaian anggaran sempat memangkas jumlah lokasi rehabilitasi dari 22 menjadi tujuh sekolah, dan SDN 09 justru masuk daftar yang baru akan dibangun pada 2027. Keputusan itu berbalik arah pekan ini setelah kondisi sekolah ramai diberitakan, dan Pemprov menambahkan empat kompleks sekolah paling kritis, termasuk SDN 09, ke jadwal 2026.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menjelaskan penyebab ambruknya bangunan berkaitan dengan usia struktur, bukan renovasi yang pernah dilakukan. "Penyebabnya tentu karena sekolah ini dibangun sejak tahun 1974. Kemudian sempat ada beberapa kali renovasi, tetapi tidak mengubah struktur. Oleh sebab itu, karena termakan oleh usia, maka ini yang kemudian ambruk," ujarnya.
Bagaimana 274 siswa belajar selama ini
Empat ruang kelas, yakni 1A, 2A, 3A, dan 4A, serta satu ruang Unit Kesehatan Sekolah rusak dalam insiden itu. Seluruh kegiatan belajar lalu dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11, dengan jumlah siswa yang turun dari sekitar 300 menjadi 274 anak kelas 1 sampai 6.
Kepala SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Kenhayati Dwi Rahmini, menjelaskan murid-muridnya terbagi dalam 10 rombongan belajar yang memakai ruang kelas secara bergiliran. "Siswanya itu sementara menumpang di sebelah, itu siswanya 274 kalau gak salah. Ada 10 rombel (rombongan belajar)," katanya. Menurut penjelasannya, siswa kelas 1 masuk pukul 11.00 sampai 13.00 WIB, kemudian ruangan yang sama dipakai kelompok lain hingga pukul 17.00 WIB. Jadwal itu menggeser jam belajar ke siang dan sore serta mengganggu kegiatan mengaji sejumlah murid.
Rp249 miliar untuk empat sekolah, bukan cuma satu
SDN 09 bukan satu-satunya sekolah yang dipercepat pembangunannya tahun ini. Pemprov menghitung kebutuhan anggaran untuk empat kompleks sekolah rusak berat, yakni SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11, SMAN 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN Papanggo 01 bersama TKN Papanggo 01, mencapai sekitar Rp249 miliar. Dana itu mencakup biaya konstruksi, konsultansi konstruksi, dan sewa angkut serta gudang, yang akan dioptimalkan lewat APBD Perubahan dan sumber non-APBD, termasuk kompensasi pelampauan koefisien lantai bangunan.
Dari 22 sekolah yang telah mendapat rekomendasi teknis untuk rehabilitasi total, hanya tujuh yang semula dianggarkan pada APBD 2026-2027. Penambahan empat kompleks kritis membuat jumlah sekolah yang ditangani langsung tahun ini menjadi 11, menyisakan 11 lokasi lain yang penanganannya masih diarahkan ke 2027.
Pemprov juga akan membentuk Tim Inventarisasi Kondisi Kerusakan Gedung Sekolah, dengan waktu satu bulan untuk memeriksa gedung sekolah di seluruh Jakarta sekaligus memverifikasi status tanah dan bangunannya.
Yang perlu dipantau
Tahap penghapusan aset bangunan lama SDN 09 dijadwalkan rampung Agustus 2026, agar konstruksi bisa dimulai September dan selesai dalam sekitar 10 bulan. Rincian sumber pendanaan Rp48,15 miliar antara APBD Perubahan dan skema non-APBD belum diumumkan detail. Hasil kerja Tim Inventarisasi dalam sebulan ke depan akan menentukan apakah 11 sekolah yang belum masuk jadwal 2026 tetap menunggu sampai 2027, atau ikut dipercepat seperti SDN 09.




Komentar