Kalasuara - Malaysia menundukkan Myanmar 2-1 di Stadion Thuwunna, Yangon, dan Thailand membantai Laos 5-0 di New Laos National Stadium, Vientiane, pada laga pembuka Grup B Piala AFF 2026, Sabtu (25/7/2026). Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin, tetapi selisih gol keduanya jauh berbeda: Thailand unggul plus lima, Malaysia hanya plus satu.

Malaysia bangkit dari ketertinggalan di Yangon

Myanmar tampil lebih agresif sejak menit-menit awal. Myat Kaung Khant membawa tuan rumah unggul lebih dulu pada menit ke-10, tekanan yang cukup berat bagi Malaysia yang baru berkumpul sekitar 10 hari sebelum laga pembuka ini.

Malaysia baru menyamakan kedudukan pada menit ke-52. Berawal dari sepak pojok Endrick, bola disundul Mohamadou Sumareh ke area enam yard, lalu diselesaikan Paulo Josué dari jarak dekat. Lima menit berselang, wasit menunjuk titik penalti setelah kapten Myanmar Nanda Kyaw melanggar Sumareh di kotak terlarang. Josué maju sebagai algojo dan mengirim kiper Zin Nyi Nyi Aung ke arah yang salah, membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk Malaysia.

Myanmar sempat mengancam lewat sundulan Than Paing yang ditepis kiper Azri Ghani ke mistar, serta sundulan Saw Myo Zaw yang melebar dari gawang. Skor 2-1 bertahan hingga laga usai. Dua gol dalam rentang lima menit membuat Josué, sekaligus kapten Malaysia, terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan.

Pelatih sementara Malaysia, Tan Cheng Hoe, menilai kemenangan comeback ini memberi modal psikologis untuk laga berikutnya. "Sudah tentu keputusan ini memberi keyakinan kepada saya. Kami tahu masih terdapat beberapa kelemahan dan kami masih dalam proses membentuk karakter pasukan," katanya.

Josué sendiri mengaku bangga dengan performa rekan-rekan yang baru berlatih bersama dalam waktu singkat. "I'm happy. Happy for the boys and proud of the boys. I think after only 10 days together, it's not easy to understand everything that the coach wants from us," ujarnya.

Thailand pesta lima gol di Vientiane

Di Vientiane, Thailand tak memberi ruang bagi Laos sejak menit awal. Teerasak Poeiphimai membuka skor pada menit ke-11 lewat sundulan menerima umpan silang Sarach Yooyen, sebelum Kakana Khamyok menggandakan keunggulan pada menit ke-27.

Laga makin berat bagi Laos pada menit ke-43. Bek Phetdavanh Somsanid menerima kartu merah langsung setelah menjatuhkan Yotsakon Burapha yang sudah melewati pertahanan menuju gawang. Namun dua gol pertama Thailand sudah tercipta saat kedua tim masih bermain sebelas lawan sebelas, bukti dominasi mereka tak bergantung sepenuhnya pada keunggulan jumlah pemain.

Unggul jumlah pemain, Thailand leluasa menambah gol lewat Yotsakon pada menit ke-49, Sarach pada menit ke-52, dan gol kedua Kakana pada menit ke-59. Skor 5-0 bertahan hingga peluit akhir. Teerasak, yang mencetak satu gol dan memberi umpan untuk gol kelima, terpilih sebagai pemain terbaik laga.

Pelatih Thailand Anthony Hudson menekankan bahwa tempat utama di timnas diberikan kepada pemain yang layak, tanpa memandang usia. "We are not going to hand out starting positions or playing time simply because a player is young or experienced. Opportunities will be given to the players who deserve them, and the younger players have trained very well," katanya.

Mengapa selisih gol Thailand lebih penting daripada sekadar tiga poin?

Selisih gol adalah kriteria pertama yang dipakai untuk memisahkan tim dengan poin sama di fase grup Piala AFF 2026. Keunggulan plus lima milik Thailand, dibanding plus satu milik Malaysia, memberi ruang lebih lega jika persaingan tiket semifinal berakhir imbang pada akhir fase grup.

Jadwal juga berpihak pada Thailand. Setelah mengalahkan Laos, mereka tidak memiliki pertandingan lain sampai bertemu langsung Malaysia di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada 1 Agustus pukul 20.00 WIB. Malaysia sebaliknya harus lebih dulu menjamu Laos di Stadion Sepak Bola Kuala Lumpur pada 28 Juli, sebelum terbang ke Bangkok untuk duel penentu itu.

Klasemen sementara dan agenda berikut

Setelah dua laga pembuka, Thailand memimpin Grup B dengan tiga poin dan selisih gol plus lima. Malaysia menempel di posisi kedua dengan tiga poin dan selisih gol plus satu. Myanmar dan Laos sama-sama belum mengumpulkan poin. Filipina, semifinalis edisi 2024, baru memulai laga grup melawan Myanmar pada 28 Juli 2026, sehingga peta persaingan dua besar masih bisa berubah.

Dua tim teratas tiap grup melaju ke semifinal dua leg pada 15-19 Agustus, sebelum final berlangsung 22 dan 26 Agustus 2026. Format serupa juga menentukan nasib Indonesia di Grup A, tempat jadwal ketat sempat disorot dalam pratinjau laga Singapura melawan Indonesia.

Yang patut diawasi menjelang laga kedua: apakah Tan Cheng Hoe merotasi skuad Malaysia untuk menjaga kebugaran sebelum ke Bangkok, kondisi Sarach Yooyen setelah sempat berbenturan di laga melawan Laos, dan konsistensi pertahanan Malaysia menghadapi serangan balik seperti yang beberapa kali dilepaskan Myanmar.