Kalasuara - Galaxy S26 Ultra dan vivo X300 Ultra, dua kandidat kuat untuk gelar HP kamera terbaik 2026, sama-sama mencatat nilai pakar 8,7 dari 10 pada penilaian situs pembanding spesifikasi 91mobiles. Kesamaan angka tersebut menutupi perbedaan besar pada susunan kamera keduanya, mulai dari jumlah lensa sampai bukaan tiap lensa.
Skor sama, susunan kamera jauh berbeda
Galaxy S26 Ultra membawa empat kamera belakang: 200 MP, 10 MP, 50 MP, dan 50 MP, ditambah kamera depan 12 MP. vivo X300 Ultra justru mengandalkan tiga kamera utama plus satu tambahan: 200 MP, 50 MP, 200 MP, dan 5 MP, dengan kamera depan 50 MP. Menjumlahkan angka megapiksel kedua ponsel tidak banyak membantu, sebab tiap kamera menangani sudut pandang berbeda dan tidak selalu bekerja bersamaan.
Menurut catatan penilaian 91mobiles, kekuatan vivo X300 Ultra ada pada konsistensi tiga lensa di berbagai jarak fokus, karakter warna, dan dukungan aksesori telefoto. Catatan minusnya mencakup harga tinggi dan daya tahan baterai yang dalam pengujian mereka hanya bertahan sekitar satu hari.
Mengapa megapiksel tinggi tak menjamin kamera terbaik?
Angka megapiksel hanya menunjukkan jumlah piksel yang direkam, sementara kualitas foto bergantung pada cahaya yang sampai ke sensor, ukuran lensa, stabilisasi, fokus, dan pemrosesan gambar. Mode resolusi tinggi biasanya bekerja optimal dalam cahaya cukup dan objek diam; dalam kondisi malam atau gerakan cepat, ponsel sering menggabungkan beberapa piksel sehingga hasil akhirnya justru beresolusi lebih rendah dari angka maksimum di brosur.
Itu sebabnya Galaxy S26 Ultra bisa mendapat skor sama dengan vivo X300 Ultra meski jumlah dan fungsi kameranya berbeda. Samsung memperbesar bukaan kamera telefoto periskop 50 MP dari f/3.4 pada Galaxy S25 Ultra menjadi f/2.9 pada generasi terbaru. Perusahaan mengklaim perubahan itu memasukkan 37 persen lebih banyak cahaya saat zoom optik 5x, sementara kamera lebar utamanya memakai bukaan f/1.4. vivo X300 Ultra, di sisi lain, mengandalkan tiga kamera utama dengan bukaan masing-masing f/1.85, f/2.0, dan f/2.67.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan pendekatan Samsung untuk zoom jarak jauh. "Galaxy S26 Ultra menggabungkan hardware yang lebih kuat dengan dukungan AI Zoom yang merekonstruksi detail secara real-time untuk memastikan hasil 100x zoom bukan lagi soal seberapa jauh kamera bisa memperbesar, tetapi seberapa bersih dan alami detail yang bisa ditangkap," katanya. Klaim zoom puluhan hingga ratusan kali pada ponsel manapun umumnya memadukan pembesaran optik, pemotongan sensor, dan rekonstruksi perangkat lunak, sehingga kualitas pada 3x, 5x, 10x, dan 30x perlu dinilai terpisah, bukan diwakili satu angka zoom maksimum.
Stabilisasi juga ikut menentukan hasil akhir. OIS, singkatan optical image stabilization, adalah teknologi yang mengompensasi guncangan tangan langsung pada modul kamera saat memotret atau merekam video, dan manfaatnya paling terasa dalam cahaya redup, saat memakai zoom optik, atau merekam sambil bergerak. EIS memakai pemrosesan elektronik dan pemotongan bingkai untuk meredam guncangan, tapi keberadaan EIS tidak otomatis menggantikan fungsi OIS.
Minat pada lensa telefoto sendiri bukan hal baru di industri ini. Patrick Owen, Chief Marketing Officer OPPO Indonesia, pernah menyoroti daya tarik fitur itu saat OPPO mempertahankan lensa telefoto di lini Reno. "Kemampuan lensa telephoto Reno11 Series membuka peluang bagi pengguna untuk menikmati pengalaman mobile fotografi secara advance, yang umumnya masih terbatas pada smartphone kelas flagship," katanya.
Harga resmi di Indonesia dan pilihan kapasitas
Galaxy S26 Ultra dijual mulai Rp24.499.000 untuk varian 12 GB/256 GB, naik ke Rp27.499.000 untuk 12 GB/512 GB, dan Rp31.999.000 untuk 16 GB/1 TB. vivo X300 Ultra dipasarkan mulai Rp25.999.000 untuk 16 GB/512 GB dan Rp29.999.000 untuk 16 GB/1 TB, dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 serta baterai 6.600 mAh yang mendukung pengisian daya 100 watt.
Membandingkan kapasitas setara, Galaxy S26 Ultra 12 GB/512 GB seharga Rp27.499.000 masih sekitar Rp1,5 juta lebih mahal dari vivo X300 Ultra 16 GB/512 GB di Rp25.999.000, meski kapasitas RAM keduanya berbeda. Selisih harga ini belum membuktikan salah satu kameranya lebih unggul; pembeli tetap perlu membandingkan hasil foto dan video pada situasi yang benar-benar akan mereka hadapi sehari-hari.
Persaingan kamera flagship ini berlangsung saat Samsung juga bersiap merilis Galaxy Z Fold 8 dan Flip 8, sementara kompetitor lain seperti Huawei Pura 90s Pro Max turut menyasar segmen kamera premium meski terganjal layanan Google di pasar global.
Yang perlu dipantau
Pengujian independen yang membandingkan Galaxy S26 Ultra dan vivo X300 Ultra pada subjek, pencahayaan, dan versi perangkat lunak yang sama akan jadi tolok ukur paling jujur ketimbang skor pemasaran. Tiga hal layak dicek sebelum membeli: konsistensi warna dan ketajaman saat berpindah antar lensa, persentase foto tajam pada objek bergerak, dan stabilitas rekaman video tanpa panas berlebih dalam durasi panjang.
Harga promosi setelah peluncuran ponsel lipat generasi baru Samsung juga berpotensi menggeser perbandingan nilai di kelas ini. Untuk pembelian di atas Rp24 juta, kejelasan garansi resmi Indonesia, ketersediaan suku cadang modul kamera, dan dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang sama pentingnya dengan hasil foto pada hari pertama pemakaian.




Komentar