Kalasuara - Aldar Development sedang menuntaskan sebuah pulau seluas 2,7 juta meter persegi yang tidak dijual sebagai resor atau kompleks apartemen biasa. Fahid Island, adalah nama proyek yang akan dipasarkan sebagai kawasan hunian yang seluruh keputusan desainnya, dari tata ruang hijau sampai jalur sepeda, disusun mengikuti standar kesehatan. Proyek senilai AED40 miliar itu, setara sekitar US$10,8 hingga 11 miliar tergantung kurs konversi yang dipakai media, menyandang status pulau bersertifikasi Fitwel pertama di dunia.
Fitwel adalah sistem sertifikasi bangunan sehat yang awalnya dikembangkan oleh badan pemerintah Amerika Serikat, CDC dan GSA, dan kini dioperasikan oleh Center for Active Design. Selama ini penilaiannya dipakai untuk gedung perkantoran atau satu kompleks bangunan, bukan sebuah pulau utuh dengan garis pantai 11 kilometer dan lebih dari 6.000 unit hunian. Status itulah yang membuat Fahid Island jadi rujukan baru kategori wellness real estate, segmen properti yang menaruh kesehatan fisik, mental, dan sosial penghuni sebagai kerangka desain utama, bukan fasilitas tempelan seperti kolam renang atau gym di lobi apartemen.
Momentum baru muncul setelah CNN Travel menerbitkan liputan mendalam pada 13 Juli 2026 yang menyoroti sertifikasi Fitwel tersebut, dan langsung diadaptasi sejumlah media gaya hidup Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Relevansinya bagi pembaca Indonesia bukan cuma soal kemewahan Timur Tengah: menurut Global Wellness Institute, wellness real estate adalah sektor dengan proyeksi pertumbuhan tahunan tercepat, 15,2 persen hingga 2029, dari seluruh industri wellness dunia senilai US$6,8 triliun, jauh melampaui laju wellness tourism yang selama ini jadi andalan promosi pariwisata Indonesia.
Apa yang membuat Fahid Island berbeda dari resor mewah biasa?
Fahid Island membangun kesehatan ke dalam setiap keputusan komersialnya, bukan menambahkannya sebagai fasilitas pelengkap di akhir desain. Lebih dari 6.000 hunian, mulai dari apartemen, town house, hingga vila ultra-mewah, dibangun mengelilingi Berm Park, koridor hijau sepanjang 10 kilometer berisi jalur lari dan tiga jalur sepeda yang tersambung ke jaringan siklus kota Abu Dhabi. Sekitar 30 persen lahan pulau dialokasikan untuk ruang hijau, taman, dan jalur alami, ditambah ritel butik, restoran tepi laut, hotel bintang lima, galeri seni, serta fasilitas olahraga air seperti paddleboard dan kite surfing.
"We've made sure that every single design decision and commercial decision has always looked at the product through the lens of wellness," kata Emma McCreery Breen, Senior Vice President Aldar Development, kepada CNN Travel. Joanna Frank, CEO Center for Active Design yang mengoperasikan sertifikasi Fitwel, menambahkan bahwa yang membedakan proyek ini adalah komitmen memperlakukan kesehatan sebagai satu sistem, bukan kumpulan fasilitas terpisah.
Selain status Fitwel, Fahid Island juga mengantongi pra-sertifikasi LEED for Cities and Communities Platinum dan menargetkan rating Estidama 3-Pearl dari pemerintah Abu Dhabi. Masterplan proyek ini pertama diumumkan awal Juni 2025, dan unitnya langsung terjual AED3,5 miliar, sekitar US$953 juta, hanya dalam pekan pertama penjualan. Aldar menargetkan pembangunan rampung penuh pada 2029.
Bagi Jonathan Emery, CEO Aldar Development, tren ini melampaui wisata kesehatan yang selama ini dikenal publik. "While consumers have long engaged in 'health tourism' we're seeing home buyers become even more motivated by holistic wellbeing in all areas of life, suggesting 'health house buying' and 'health relocation' could become a wider trend over the next few years," katanya. Konsumen kelas atas kini tidak lagi puas berlibur sehat sesekali, melainkan ingin menetap di lingkungan yang dirancang sehat sejak awal.
Mengapa ini penting bagi Indonesia?
Wellness real estate adalah kategori properti yang berbeda dari wisata kesehatan, karena ia menjual tempat tinggal permanen berstandar kesehatan, bukan paket liburan atau retret jangka pendek. Indonesia sebenarnya punya modal wellness yang lebih tua dari Abu Dhabi: tradisi jamu, spa, dan retret alam di Bali, Yogyakarta, dan Solo yang berusia ribuan tahun. Dalam ranking Global Wellness Institute, Indonesia menempati posisi ke-18 dari 25 pasar wellness terbesar dunia dengan nilai pasar US$49 miliar berdasarkan data 2022, jauh di bawah China yang mencapai US$790 miliar dan India US$132,5 miliar, dengan laju pertumbuhan pasar hanya 5,9 persen per tahun, kalah jauh dari laju wellness real estate global.
Selisih itu bukan soal kekayaan budaya, melainkan soal ke mana investasi diarahkan. Strategi wellness Indonesia sejauh ini masih bertumpu pada sektor pariwisata dan perhotelan, bukan pengembangan kawasan hunian permanen bersertifikasi internasional seperti yang dibangun Aldar dari nol di Abu Dhabi. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Luh Puspa menyebut Indonesia "memiliki seluruh modal dasar yang dibutuhkan untuk menjadi pemain utama dalam tren wellness tourism global, mulai dari kekayaan alam, budaya, hingga kearifan lokal yang menjadi fondasi kuat bagi pengembangan ekosistem wellness yang berkelanjutan," saat membuka Bali Wellness & Beauty Expo 2026 pada 4-6 Juni di Bali Beach Convention Center, Sanur. Ekspo itu menghadirkan lebih dari 140 merek dari 90 eksibitor nasional dan internasional, naik 35 persen dari edisi sebelumnya, namun tetap berformat pameran dan promosi, bukan pembangunan aset properti jangka panjang.
Geliat wellness di kota-kota besar Indonesia sebenarnya sudah terasa lewat lonjakan minat pada olahraga terstruktur, seperti debut HYROX di Jakarta yang menyedot 11.500 peserta dan menggeser dominasi padel. Namun antusiasme semacam itu belum diterjemahkan menjadi proyek hunian berskala Fahid Island, yang menyatukan ribuan unit rumah dengan sertifikasi kesehatan internasional dalam satu kawasan terpadu.




Komentar