Kalasuara - Sebelas ribu lima ratus orang dari lebih 50 negara memadati empat hall Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di Tangerang pada 27-28 Juni 2026. HYROX adalah kompetisi lari fungsional yang memadukan lari 8 kilometer dengan delapan stasiun latihan seperti sled push, rowing, dan wall balls, dikerjakan berselang-seling sepanjang lintasan. Debut pertama ajang ini di Indonesia langsung mencatat rekor partisipasi terbesar se-Asia Pasifik. Rekor itu menjadi penanda paling jelas arah tren olahraga 2026 di Indonesia: dari padel yang dua tahun terakhir memenuhi linimasa kelas menengah kota, perhatian publik kini terbagi ke format kompetisi baru yang menuntut ketahanan fisik penuh.
Sebelas hari setelah HYROX usai, penyelenggara padel Indonesia baru membuka turnamen berlisensi internasional pertama mereka: FIP Bronze & FIP Promises Jakarta 2026, dibuka 9 Juli 2026 di RANA Grounds Mampang dengan sekitar 200 atlet putra-putri dari 31 negara, plus ratusan atlet junior kategori U-14 sampai U-18. Bandingkan skalanya: peserta debut HYROX hampir 60 kali lipat turnamen padel kelas dunia pertama di Indonesia itu. Selisih itu bukan tanda padel meredup, melainkan indikasi dua olahraga ini berada di fase pertumbuhan yang berbeda.
HYROX melesat ke rekor sejak debut pertama
Empat dari 11 hall NICE dikonversi menjadi lintasan kompetisi terintegrasi: delapan stasiun latihan fungsional, lintasan lari indoor, zona pemanasan dan pemulihan atlet, serta area penonton. Sekitar 35 persen dari 11.500 peserta datang dari luar negeri, terbagi dalam kategori Singles, Doubles (Mixed), dan Relay.
"Merupakan kebanggaan bagi kami dapat menjadi tuan rumah debut pertama HYROX di Indonesia. Kepercayaan ini menunjukkan bahwa NICE memiliki kapasitas, fleksibilitas, dan fasilitas yang mampu mendukung penyelenggaraan event olahraga internasional dengan kebutuhan operasional yang kompleks," kata Ryan Adrian, Managing Director NICE.
Padel berpindah dari ledakan lapangan ke turnamen berjenjang
Data Core & Court dalam "Indonesia Padel Report 2025", dikutip Databoks, menunjukkan jumlah lapangan padel Indonesia melonjak dari 15 unit pada 2021 menjadi 947 unit pada 2025, sekitar 63 kali lipat dalam empat tahun. Jumlah klub tumbuh dari 3 menjadi 293 pada periode sama. Lonjakan itu adalah fase infrastruktur: investor dan komunitas membangun lapangan mengejar permintaan sosial, bukan mengejar kalender turnamen.
Fase berikutnya baru terlihat pada 2026, saat Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) mampu menggelar turnamen berlisensi Federasi Padel Internasional (FIP) pertama di Jakarta. "Pertama-tama, kami memilih RANA Grounds karena lokasi strategis, punya sembilan lapangan bertaraf internasional, dan tentunya sangat layak untuk menggelar turnamen besar," kata Galih Dimuntur Kartasasmita, Ketua Umum PB Padel Indonesia. Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menambahkan, "Padel selalu kami anggap sebagai olahraga yang berkembang sangat pesat. Oleh karena itu, saya yakin satu hari padel juga akan maju dan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan kita."
Mengapa HYROX bisa langsung mencetak rekor kawasan?
HYROX menyasar basis pengguna gym dan CrossFit yang sudah besar di Jakarta, lalu memanfaatkan kategori Doubles dan Relay yang memungkinkan orang mendaftar berpasangan atau berkelompok. Kombinasi itu mendorong volume pendaftar jauh melampaui turnamen kompetitif satu lawan satu seperti padel atau tenis.
Padel butuh bertahun-tahun membangun 947 lapangan sebelum federasinya siap menggelar turnamen berlisensi FIP. HYROX tidak melalui fase rintisan serupa: begitu format race fungsionalnya dibuka untuk publik Jakarta, permintaan yang sudah matang di komunitas gym langsung tumpah ke satu akhir pekan pendaftaran.
Pickleball dan trail running menyusul di belakang
Di luar HYROX dan padel, dua cabang lain ikut menandai gaya hidup olahraga Indonesia 2026. KONI Pusat melantik pengurus Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF) masa bakti 2026-2031 pada 22 Juni 2026 di Kantor KONI Pusat Senayan. "Saya berharap Pickleball memberikan kejutan saat dipertandingkan pada Olimpiade," kata Marciano Norman dalam pelantikan tersebut.
Tren lari jarak jauh juga naik. BTR Ultra 2026 di Kintamani, Bali, digelar 15-17 Mei 2026 dan diikuti 5.916 peserta dari 62 negara, 5.295 di antaranya WNI, naik 47 persen atau sekitar 1.909 peserta tambahan dibanding edisi sebelumnya. Kenaikan itu sejalan dengan tren ajang lari lain di dalam negeri, termasuk Jogja Marathon 2026 yang mencatat 10.200 pelari dari 17 negara.
Yang menentukan arah tren ini
Beberapa hal masih akan menguji apakah pergeseran ini permanen. Panitia HYROX belum mengumumkan target peserta edisi kedua, angka yang akan menunjukkan apakah 11.500 pendaftar debut murni efek pembukaan atau tren yang bertahan. PBPI juga belum mengonfirmasi turnamen FIP berikutnya setelah Jakarta, sementara PB IPF baru memulai agenda sosialisasi pickleball pasca pelantikan, termasuk peluangnya masuk kalender PON 2028. Data terbaru jumlah lapangan dan klub padel dari Core & Court untuk tahun berjalan pun belum terbit; laporan publik terakhir masih mentok di angka 2025.




Komentar