Kalasuara - Kapal perang Iran dan Amerika Serikat saling melepas tembakan di Selat Hormuz, Rabu, 15 Juli 2026, pukul 07.23 WIB, menurut televisi pemerintah Iran dan kantor berita Tasnim yang mengutip otoritas Provinsi Hormozgan. Ledakan terdengar di Bandar Abbas dan kota-kota pesisir Iran, termasuk di sebelah timur Sirik. Presiden Donald Trump merespons dengan memberlakukan lagi blokade laut terhadap kapal Iran dan menetapkan biaya lintas 20 persen bagi kargo lain yang melewati Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Baku tembak hari ini bukan penutupan sepihak seperti yang berulang kali diumumkan Iran sejak Februari 2026, melainkan kontak senjata langsung antara IRGC dan militer AS, eskalasi yang mematahkan gencatan senjata yang sempat dirundingkan sebelumnya.
Bagaimana kronologi eskalasi ini terjadi?
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai retak sekitar 7 Juli 2026, setelah kapal tanker berbendera Uni Emirat Arab diserang di perairan dekat Oman. Eskalasi memuncak pada 11-12 Juli 2026, ketika IRGC menembak kapal kontainer berbendera Siprus, GFS Galaxy, yang melintasi rute yang mereka anggap tak sah. Sejak itu AS melancarkan tiga malam beruntun serangan ke sekitar 140 sasaran militer Iran, termasuk Bushehr, Chah Bahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas. Iran membalas dengan menyerang pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Qatar, serta pangkalan logistik AS di Duqm, Oman. AS kini mengerahkan lebih dari 20 kapal perang dan ratusan pesawat militer di seluruh Timur Tengah, sebagian dari pergeseran fokus yang sempat dibahas dalam laporan soal pivot Washington ke Iran-Teluk beberapa waktu lalu. CENTCOM menyatakan serangan AS ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal komersial, dan menegaskan pasukan AS tetap waspada dan siap.
Iran sebelumnya pernah menutup sepihak jalur ini lebih dari sekali, termasuk saat pengumuman penutupan yang nyatanya tetap dilintasi 55 kapal. Baku tembak hari ini berbeda karena melibatkan kontak senjata langsung, bukan lagi serangan ke kapal niaga atau ancaman satu arah.




Komentar