Anggapan bahwa micin atau monosodium glutamat (MSG) "bikin bodoh" dan memicu beragam penyakit berbahaya beredar luas di Indonesia. Klaim ini menyesatkan.

Apa yang diperiksa

Unggahan media sosial dan anggapan umum menautkan konsumsi MSG dengan penurunan kecerdasan serta penyakit serius. Kami meninjau penilaian keamanan MSG dari otoritas pangan dalam dan luar negeri.

Bukti

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI maupun US FDA menggolongkan MSG sebagai bahan tambahan pangan yang aman dikonsumsi dalam batas wajar. Komite ahli gabungan FAO/WHO (JECFA) menetapkan batas asupan harian MSG sebagai "tidak dibatasi secara khusus" (not specified) — kategori untuk bahan dengan profil keamanan yang baik.

Sebagian kecil orang melaporkan gejala ringan dan sementara, seperti sakit kepala, setelah mengonsumsi MSG dalam jumlah besar. Namun gejala ini tidak muncul konsisten pada uji ilmiah tersamar ganda. Tidak ada bukti ilmiah yang menautkan MSG dengan penurunan kecerdasan.

Kesimpulan

MSG aman dalam batas konsumsi wajar dan tidak menyebabkan kebodohan. Klaim bahaya yang berlebihan ini menyesatkan.