Kalasuara - Rachmat Gobel, anggota DPR RI Fraksi NasDem sekaligus mantan Menteri Perdagangan, meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB, di Jakarta, dalam usia 63 tahun. Pada Kamis sore sebelumnya, ia masih hadir dalam diskusi Fraksi NasDem di Senayan.

"Mendadak, karena kemarin beliau terlihat sehat wal afiat," kata Hermawi Taslim, pengurus DPP NasDem, ketika kabar kepergian almarhum tersiar Jumat pagi. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Supomo No. 55A, Jakarta Selatan, dan rencananya dibawa ke Gorontalo untuk dimakamkan.

Mandat terbanyak, waktu paling singkat

Pada Pemilu 2024, Rachmat Gobel meraih 195.332 suara di Dapil Gorontalo, tertinggi sepanjang kariernya, naik dari 146.067 pada 2019. Kepercayaan konstituen sedang tumbuh saat ia justru pergi kurang dari setahun setelah memulai periode keduanya di DPR. Masa jabatan itu seharusnya berlangsung hingga 2029.

Di parlemen, almarhum termasuk figur dengan kombinasi modal yang jarang: kepemimpinan nasional sebagai Wakil Ketua DPR RI (2019-2024) dan akar elektoral yang menguat dari satu pemilu ke pemilu berikutnya. Bagi NasDem, dua hal itu tidak datang bersamaan pada banyak kadernya.

Apa yang terjadi setelah seorang anggota DPR meninggal?

Pergantian Antar Waktu (PAW) adalah mekanisme hukum untuk mengisi kursi DPR yang lowong sebelum masa jabatan berakhir, termasuk akibat kematian. DPP NasDem berwenang mengajukan nama pengganti ke KPU, yang kemudian menetapkan calon berdasarkan perolehan suara terbanyak berikutnya dari Dapil Gorontalo. Proses ini biasanya memerlukan beberapa bulan, mulai dari pengajuan surat partai hingga penetapan resmi KPU.

Bagi Gorontalo, nama yang masuk PAW akan mewarisi kursi dari satu-satunya tokoh putra daerah yang pernah sekaligus menjabat menteri dan pimpinan DPR RI. Posisi Wakil Ketua DPR yang diduduki Rachmat dalam periode 2019-2024 adalah yang pertama bagi perwakilan asal Gorontalo di level pimpinan lembaga legislatif nasional.

Dari pabrik keluarga ke Senayan

Rachmat Gobel lahir di Gorontalo, 3 September 1962, sebagai anak kelima H. Thayeb Mohammad Gobel, pendiri Gobel Group. Setelah menyelesaikan studi di Chuo University, Jepang (1987), ia kembali ke bisnis keluarga yang membangun kemitraan jangka panjang dengan Panasonic. Sebelum menjadi direktur, ia pernah bekerja sebagai penyapu di pabrik keluarga sewaktu SMP, kisah yang kerap ia ceritakan sebagai bagian dari pembentukan karakternya.

Kariernya di dunia korporasi mencakup posisi Komisaris Utama PT Panasonic Gobel Indonesia, Komisaris PT Indosat Tbk, dan Komisaris PT Visi Media Asia. Pada Oktober 2014, Presiden Jokowi mengangkatnya sebagai Menteri Perdagangan. Jabatan itu berlangsung sepuluh bulan sebelum ia digantikan Thomas Lembong dalam perombakan kabinet Agustus 2015.

Setelah meninggalkan kabinet, ia bergabung dengan NasDem dan pertama kali memenangkan kursi DPR pada 2019. Almarhum meninggalkan istri Retno Damayanti, dua anak (Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel), serta cucu-cucu.

Belasungkawa lintas lembaga

Joko Widodo menyebut almarhum "menteri yang baik, menteri yang pekerja keras." Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingat sosok yang "sangat ramah, care dengan orang lain, orang baik banget." Wakil Duta Besar Jepang menyampaikan belasungkawa secara khusus: sinyal bahwa jaringan yang dibangun Rachmat selama puluhan tahun di dunia bisnis Jepang-Indonesia tidak berhenti di batas politik domestik.

Dari DPP NasDem, Ketua Willy Aditya menyampaikan pernyataan resmi: "Turut Berduka Cita. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke rahmatullah: H. Rachmat Gobel pada hari Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB, di Jakarta."

Di luar proses PAW di parlemen, dua hal lain perlu dipantau dalam waktu dekat: suksesi posisi almarhum di jaringan korporasi Gobel-Panasonic, dan dampak kehilangan kader senior ini terhadap basis NasDem di Sulawesi dan Indonesia Timur menjelang siklus konsolidasi partai berikutnya.