Anthropic mematikan dua model AI terbarunya, Fable 5 dan Mythos 5, untuk seluruh pengguna di dunia pada Jumat, 12 Juni 2026, hanya tiga hari setelah keduanya dirilis. Penyebabnya adalah perintah resmi pemerintah Amerika Serikat untuk memblokir akses bagi semua warga negara asing, sementara Anthropic tidak memiliki cara teknis untuk menyaring pengguna berdasarkan kewarganegaraan secara instan. Surat perintah itu masuk pukul 17.21 waktu bagian timur AS, dan malam itu juga kedua model berhenti menjawab, termasuk untuk warga AS sendiri.

Perintah tersebut berlaku bagi semua warga negara asing di mana pun mereka berada, bahkan untuk karyawan asing Anthropic sendiri. Karena perusahaan tak bisa memverifikasi status kewarganegaraan jutaan penggunanya secara real-time, pemblokiran yang selektif mustahil dijalankan. Satu-satunya cara mematuhi perintah itu adalah mematikan kedua model, yang baru tiga hari berjalan di produksi, untuk semua orang.

"We are complying with the government's legal directive and are removing access to Fable 5 and Mythos 5 for all users," tulis Anthropic dalam pernyataan resminya.

Dua Model, Satu Fondasi

Kedua model dibangun di atas arsitektur yang sama, tetapi menyasar pengguna yang berbeda. Fable 5 adalah versi publik yang diberi proteksi: bisa diakses lewat API Claude dan paket Enterprise, dengan pembatas di domain berisiko tinggi seperti keamanan siber dan biologi. Saat percakapan masuk ke wilayah itu, Fable mengoper jawaban ke Claude Opus 4.8. Anthropic menyebut sekitar 95 persen sesi tetap ditangani Fable sendiri.

Mythos 5 berjalan tanpa pagar serupa. Distribusinya dibatasi hanya untuk mitra tepercaya tertentu, termasuk perusahaan keamanan siber dan operator infrastruktur kritis.

Tarifnya tidak murah. Fable 5 dipatok US$10 per juta token input dan US$50 per juta token output, dua kali lipat Opus 4.8. Keduanya rilis Selasa, 9 Juni 2026, tiga hari sebelum surat itu datang.

Mengapa Semua Pengguna Kena?

Lokasi IP atau jenis akun relatif gampang disaring sistem. Kewarganegaraan tidak sesederhana itu. Pada skala jutaan pengguna, Anthropic tidak punya cara memverifikasinya secara real-time, sehingga pemblokiran yang selektif praktis mustahil dijalankan.

Ini berbeda dari gangguan teknis biasa. Server yang tumbang atau kelebihan beban bisa dibereskan tim teknis dalam hitungan jam. Akses ke Fable 5 dan Mythos 5 baru akan pulih kalau Anthropic dan Departemen Perdagangan AS menemukan titik temu, dan itu di luar kendali para insinyur.

Celah yang Diperdebatkan

Axios melaporkan, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengirim surat langsung kepada CEO Anthropic, Dario Amodei. Pemicunya adalah sebuah perusahaan lain yang mengklaim berhasil menembus proteksi model, yakni dengan "meminta model membaca suatu basis kode dan memperbaiki cacat perangkat lunak".

Anthropic menilai respons pemerintah tidak sebanding dengan celah tersebut. Saat peluncuran, perusahaan sudah mencatat: "As well as internal testing, we ran an external bug bounty that produced no universal jailbreaks in over 1,000 hours of testing." Setelah pemadaman, mereka menyebut kerentanan yang ditemukan "relatively simple" dan hanya menyangkut sejumlah kecil kasus yang sudah diketahui sebelumnya.

Anthropic juga menunjuk fakta lain: kemampuan teknis yang disebut celah itu sebenarnya tersedia di model komersial lain, termasuk GPT-5.5 milik OpenAI. "The letter did not provide specific details of its national security concern," tulis perusahaan. Surat itu tiba tanpa menjelaskan dasar hukumnya.

Sebagai catatan, pemerintahan Trump dilaporkan sempat mencoba menghalangi peluncuran kedua model ini sebelumnya, tetapi gagal.

Aturan Ekspor Bertemu Layanan Digital

Pemerintah AS memakai instrumen pengendalian ekspor untuk kasus ini. Selama ini instrumen tersebut mengatur barang fisik: chip semikonduktor, komponen militer, mesin industri strategis. Memakainya untuk layanan SaaS yang diakses jutaan orang nyaris tak ada presedennya.

Yang membuatnya beda adalah kecepatan penarikan. Chip yang kena larangan ekspor tetap ada di gudang, dan menghentikannya butuh waktu transit serta proses di perbatasan. Model AI bisa dicabut serentak di semua titik akses dalam hitungan menit. Kecepatan seperti itu mengubah perhitungan risiko jauh lebih dalam ketimbang soal kerangka hukumnya.

Bagi developer dan startup di Indonesia yang memakai Claude API di produk mereka, baik langsung maupun lewat alat seperti Cursor dan IDE berbasis AI, kejadian ini memunculkan risiko yang jarang dipikirkan saat merancang sistem. Bergantung pada satu model frontier ternyata juga berarti menanggung risiko regulasi lintas negara. Risiko ini tidak tercantum di SLA, tidak muncul di halaman status layanan, dan bisa terpicu oleh keputusan di Washington yang sama sekali tak berkaitan dengan kontrak mereka.

Anthropic memperingatkan, kalau standar ini diterapkan ke seluruh industri, hampir semua peluncuran model baru dari penyedia frontier mana pun bisa terhenti.

Sejumlah hal memang belum terjawab: apakah Anthropic dan Departemen Perdagangan AS bisa menyepakati cara verifikasi kewarganegaraan yang masuk akal secara teknis dan hukum, apakah surat Lutnick akan dibuka ke publik lengkap dengan alasannya, dan bagaimana OpenAI serta Google menyikapi preseden ini. Namun satu hal sudah pasti: untuk pertama kalinya, akses ke sebuah model AI frontier bisa dicabut dalam semalam lewat perintah pemerintah. Risiko itu kini melekat pada siapa pun yang menggantungkan produknya pada satu model.