Sebuah Boeing 737-400 kargo milik K2 Airways Pakistan hilang dari radar di Laut Arab pada Selasa malam (7/7), tiga menit setelah awak melaporkan gangguan sistem navigasi kepada pengatur lalu lintas udara di Karachi. Puing ditemukan keesokan harinya, 53 mil laut selatan Pelabuhan Ormara, namun badan utama pesawat belum terlacak dan nasib kelima awak masih belum dipastikan.

Tiga menit antara laporan dan keheningan

Pukul 21.18 waktu Pakistan, awak penerbangan KTA1732 dari Sharjah menuju Karachi menghubungi Karachi Area Control Centre dan melaporkan gangguan pada sistem navigasi. Pengatur lalu lintas udara segera memberikan panduan. Tapi pada pukul 21.21, radar mendeteksi pesawat menurun tajam dengan perubahan arah mendadak. Kontak dan komunikasi terputus sepenuhnya, sekitar 155 mil laut di barat Karachi.

"A K2 Airways Boeing 737 of Pakistan Cargo Flight enroute from Sharjah to Karachi at time 2118PST reported Navigational system issue and was promptly guided by KARACHI ACC. However, at time 2121PST aircraft was observed on RADAR rapidly descending and with rapid heading change, subsequently RADAR contact and communication was lost approximately 155 NM west of Karachi," demikian pernyataan resmi Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan (PCAA).

Data ADS-B dari Flightradar24 memperlihatkan urutan yang tidak lazim: sebelum titik data terakhir pada 16.21.59 UTC, pesawat sempat naik dari ketinggian jelajah sekitar 35.000 kaki ke puncak sekitar 36.600 kaki, lalu menukik ke 1.100 kaki dengan laju turun 22.400 kaki per menit. "Preliminary ADS-B data indicate a loss of altitude, followed by a climb, and then a second, sudden and dramatic loss of altitude," catat Flightradar24.

Mengapa gangguan navigasi jadi titik awal penyelidikan?

Karena laporan dari kokpit itu adalah satu-satunya keterangan teknis yang tersedia sebelum semua kontak terputus. Gangguan sistem navigasi dapat merujuk ke rentang skenario yang luas: kegagalan instrumen, data sensor yang bertentangan, hingga interferensi sinyal dari luar pesawat.

Yang menambah dimensi pada penyelidikan: Flightradar24 mencatat adanya interferensi GNSS di dekat Sharjah pada fase awal penerbangan KTA1732. Kawasan Teluk dan Timur Tengah memang terdokumentasi sebagai salah satu hotspot interferensi sinyal GPS dan navigasi satelit dalam dua tahun terakhir, berkali-kali dilaporkan mengganggu sistem navigasi pesawat sipil. Penyebab pasti insiden KTA1732 belum ditetapkan; interferensi GNSS adalah salah satu benang yang akan ditarik penyelidik.

Pesawat dengan tiga kehidupan

AP-BOI adalah Boeing 737-4M0 BDSF (Boeing/Bedek Special Freighter): sebuah pesawat penumpang yang telah menjalani konversi menjadi freighter. Airframe ini terbang pertama kali pada Januari 1999 dan diserahkan ke Aeroflot sebagai pesawat penumpang pada 27 April 1999. Setelah masa tugas penumpang berakhir, pesawat dikonversi menjadi kargo dan masuk jaringan pengiriman FedEx yang dioperasikan ASL Airlines dari 2012 hingga 2024. Sejak Juli 2024, AP-BOI berpindah ke K2 Airways. Usianya sekitar 27,5 tahun saat insiden terjadi, dan ini adalah satu-satunya pesawat yang dimiliki maskapai kecil itu.

Profil semacam ini lazim di industri kargo udara. Boeing 737 Classic (seri -300/-400) yang produksinya dihentikan awal 2000-an banyak menjalani konversi BDSF karena harganya jauh lebih murah dibanding freighter baru. Operator skala kecil di berbagai negara berkembang mengandalkan armada seperti ini untuk logistik. Konsekuensinya: usia airframe tinggi, dan pemeliharaan avionik serta integritas struktur menjadi variabel kritis di setiap siklus.

Pencarian di lepas pantai Balochistan

Tim penyelamat Pakistan menemukan puing pada Rabu, sekitar 12 jam setelah pesawat hilang kontak. Purnawirawan Laksamana Muda Faisal Shah menyatakan badan utama pesawat masih belum ditemukan dan kemungkinan memerlukan peralatan laut dalam khusus untuk mengangkatnya.

Lima awak yang dicari: Mohammad Rizwan Idrees (kapten), Faisal Mehmood (kopilot), Muhammad Toufique Khan (load master), Arif Siddiqui dan Mohammad Hamid (keduanya insinyur).

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan "deep sorrow, grief, and regret over the tragic incident." K2 Airways dalam pernyataan resminya menyebut pihaknya bekerja sama penuh dengan PCAA dan lembaga pemerintah terkait: "We continue to pray, earnestly, for the safety of our colleagues."

Apa artinya bagi keselamatan penerbangan kargo Asia?

Indonesia mengoperasikan sejumlah Boeing 737 Classic untuk rute kargo antarpulau dan feeder, sebagian dengan profil usia yang sebanding atau lebih tua dari AP-BOI. Laporan interferensi GNSS juga makin sering muncul di jalur penerbangan regional. Bagi Kemenhub, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan KNKT, insiden KTA1732 menjadi referensi konkret untuk meninjau mitigasi pada airframe konversi berumur dan prosedur tanggap gangguan navigasi.

Investigasi resmi ditangani badan keselamatan penerbangan Pakistan, dengan laporan awal biasanya terbit dalam 30 hari. Dua pertanyaan teknis menentukan arahnya: apakah kotak hitam (FDR/CVR) bisa diangkat dari dasar Laut Arab, dan apakah interferensi GNSS yang tercatat di dekat Sharjah punya keterkaitan dengan laporan gangguan navigasi yang datang tiga menit sebelum kontak terputus.